PERAN KEPEMIMPINAN IBU NYAI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN

PERAN KEPEMIMPINAN IBU NYAI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN

Mengenang 40 hari wafatnya Ibu Nyai Hj. ‘Ainiyah Masbuhin
Copyrigt : Santri MBSGambarGambar

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, hal ini berimplikasi pada kenyataan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional. Dengan survivenya lembaga ini, secara implisit menunjukkan bahwa ada tradisi lama yang hidup ditengah-tengah masyarakat Islam dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan. Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga keagamaan yang tidak hanya identik dengan keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Hal ini dapat dilihat bahwa di negara-negara Islam lainnya tidak ada lembaga pendidikan pesantren.
Kepemimpinan perempuan dalam pesantren yang lazim disebut Ibu Nyai ternyata berperan sangat besar bagi perkembangan pondok pesantren. Ada beberapa pola yang digunakan oleh pemimpin perempuan di pondok pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik. Pola kepemimpinan yang diterapkan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik adalah pola kepemimpinan konsultatif, partisipatif dan delegatif. Dengan diterapkannya pola kepemimpinan konsultatif, partisipatif dan delegatif memberikan kelebihan tersendiri bagi pondok pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik dalam mengembangkan lembaganya ke arah yang lebih baik, karena dalam setiap pengambilan keputusannya dilakukan secara bersama-sama, dengan melibatkan pengasuh, wali santri, alumni, pengurus dan simpatisan pondok pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik. Peran kepemimpinan perempuan di pondok pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik adalah sebagai pendidik, pengasuh dan pengurus. Sebagai pendidik Ibu Nyai Hj. ‘Ainiyah Masbuhin menggunakan seluruh waktunya untuk mengabdikan diri mendidik santri-santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Sebagai pengasuh Ibu Nyai Hj. ‘Ainiyah Masbuhin bertanggungjawab terhadap para santri yang diasuhnya. Pengasuh layaknya seperti orang tua yang selalu mengawasi, menyayangi dan memberi nasehat kepada santrinya. Sebagai pengurus, tugas Ibu Nyai Hj. ‘Ainiyah Masbuhin berhubungan erat dengan pengasuh. Karena yang menjalankan dan bertanggungjawab terhadap aktivitas sehari-hari adalah pengurus harian yang terdiri dari santri, ustadz dan ustadzah, maka Nyai Hajjah ‘Ainiyah Masbuhin bertugas memberikan arahan, masukan kepada pelaksana tersebut. Walau demikian Ibu Nyai Hj. ‘Ainiyah Masbuhin tetap masuk dalam struktur pengurus dengan jabatan pengasuh.
Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa peranan Ibu Nyai Hj. ‘Ainiyah Masbuhin sangat besar dalam pengembangan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik. Serta kita jadikan Contoh sosok Kepemimpinan untuk masa depan bagi Pondok pesantren dan seluruh sektor lembaga di Negara indonesia: pertama, pola kepemimpinan yang diterapkan seorang pemimpin dalam sebuah lembaga atau organisasi manapun tidak dapat menentukan aturan-aturan atau kebijakannya tanpa memperhatikan situasi dan kondisi internal dan eksternalnya. Kedua, semua (pemimpin) lembaga atau organisasi dituntut harus mempunyai inovasi dan motivasi dalam rangka pengembangan lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Lembaga atau organisaasi yang lemah pengembangannya, meskipun mempunyai sejarah yang panjang maka cepat atau lambat ia akan tersingkir dari persaingan global lembaga pendidikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s