SAYA BANGGA MENJADI ANAK DESA

Gambar

jauh dari hiruk pikuk kota, Mall, resto dan sebagainya, yang ada hanya warung rujak, bakso yang sudah tutup jika senja tiba,
di sini, di desa saya, saya bangga menjadi anaknya, hidup ditengah toleransi yang masih terjaga, tata krama yang masih ada, dan tak ada individualitas yang kentara,
tak punya beras untuk ditanak? tak mungkin lapar, ada tetangga yang akan membawa bakul nasi ke rumah lengkap dengan lauknya
dahulu, jika mandi, kami di sungai, beramai-ramai, wanita bersama wanita, dan laki-laki dibagian lain, jika ke pergi sawah, kita saling menunggu di pertelon jalan, indah
bagi kami harta yang paling berharga adalah keluarga, saudara dan tetangga.
dahulu, anak desa tak tahu apa, ndeso dan bodoh, jangankan teknologi, membaca saja tak bisa, namun sekarang, anak desa tetap anak desa, dengan keluguan dan keramah tamahannya, namun, dari desa ini, desa kami ini, kami bisa menggenggam dunia, masa telah berubah.

saya bangga menjadi anak desa
saya menulis ini, dirumah saya, di desa, Morogo Putatkumpul namanya, di kecamatan Turi Kabupaten Lamongan disnalah kami bisa menemukan ketenangan jiwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s