Paradigma Baru dalam Akreditasi Rumah Sakit 2012

Pada tanggal 26 November 2011 yang lalu, PERSI Jabar menyelenggarakan Seminar Sehari tentang Bagaimana Rumah Sakit di masa depan dapat memiliki daya saing. Strategi yang dipromosikan dalam seminar ini adalah Akreditasi Rumah Sakit Indonesia 2012. Materi seminar disampaikan oleh DR. dr. Sutoto, MKES (Ketua Pengurus Pusat PERSI). Memang isu akreditasi ini bukan hal yang baru. Namun demikian, ada beberapa perubahan paradigma dalam proses akreditasi RS 2012 ini. Apa saja ya?

Disampaikan dalam seminar ini beberapa pergeseran paradigma dalam penilaian akreditasi RS 2012, diantaranya:

Tujuan akreditasi bukan lagi “kelulusan”, tetapi harus secara efektif/nyata  terjadi “peningkatan mutu” dalam segala aspek pengelolan dan pelayanan.
Dalam upaya memenuhi kriteria standar internasional, instrumen akreditasi antara lain mengacu pada instrumen JCI (Joint Commission International)
Berfokus pada Kepentingan Pasien
Berorientasi pada “Keselamatan Pasien” (Patient Safety)
Kesinambungan pelayanan, maka sangat memperhatikan detail data.  Contohnya (i) Checklist pada proses transfer (serah terima) pasien antar unit pelayanan (di internal RS) maupun antar Sarana Pelayanan Kesehatan (external RS)       (ii) Komunikasi dan informasi yang lengkap dan akurat (merupakan hal mutlak).
Di masa lalu,  akreditasi ibarat “potret” (melihat keadaan sesaat di satu titik waktu), berubah  menjadi ibarat “video” yakni melihat dinamika rangkaian proses secara lengkap dan terpadu.
Penilaian menggunakan “metoda telusur”, yang semuanya berawal dari Pasien. Dokumen (SOP) sebagai hal mendasar selanjutnya dinilai apakah implementasinya konsisten dan efektif.
Masa lalu hasil penilaian akreditasi berupa ke-“lulus”-an, berubah menjadi “Tingkat/level Pencapaian”4 level: Dasar (4 bab);  Madya (8 bab); Utama (12 bab) dan Paripurna (15 Bab). Dengan demikian pada setiap penilaian akreditasi ada hal-hal  yang harus diperbaiki sebagai “pekerjaan rumah”*  bagi RS, dan hasil perbaikannya akan dinilai pada akreditasi periode berikutnya, yang akan menentukan apakah RS mampu mencapai tingkat/level yang lebih tinggi.
*analog dengan OFI (Oportunity For Improvement) pada instrumen Malcolm Baldridge Criteria

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s