Kenali Jenis dan Asal Kopi di Indonesia Berikut Ini

Beragam nama, beragam pula rasa. Itulah dunia perkopian. Bagi Anda penikmat kopi, tidak salah mengenal jenis kopi yang ada di Indonesia berikut ini.

Kopi Arabika (coffee arabica Linn)

Tahun 1696, untuk pertama kali bibit kopi masuk ke Batavia melalui Malabar dan ditanam di perkebunan Kedawoeng. Tiga tahun kemudian, tanaman tersebut mati karena gempa dan banjir, kemudian didatangkan lagi bibit baru dan berhasil yang akhirnya menyebar ke Jawa Barat, Bali, dan Sulawesi.

Tahun 1876, kopi Arabika mengalami kehancuran karena serangan penyakit karat daun (hemileia vastatrix) terutama yang terletak kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Data terakhir areal kopi Arabika di Indonesia tinggal kurang lebih 10 persen dari seluruh areal seperti dataran tinggi Aceh Tengah, Malang Besuki, Jember, Sumut, Sumatera Selatan, dan Bali.

Tahun 1929, didatangkan kopi Arabika varietas Abessinia lebih tahan terhadap penyakit karat daun dan dapat ditanam pada ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Tahun 1955 – 1956, didatangkan kultivar Arabika dari India Lini S yang tahan dari penyakit karat daun, dan dapat ditanam pada kurang lebih 500 meter di atas permukaan laut.

Kopi Liberika (coffee liberica Bull ex Hien)

Berasal dari daerah sekitar Monrevia dan Liberia dan didatangkan ke Indonesia pada tahun 1875 untuk mengatasi penyakit karat daun, tetapinya ternyata peka. Kopi jenis ini kurang disukai lantaran rasanya terlalu asam dan lebih pahit, sehingga kopi jenis ini kurang berkembang di pasaran.

Kopi Robusta (coffee canephora Piere ex Froehner)

Berasal dari Hutan Equator Afrika, dari Pantai Barat ke Uganda dan Sudan Selatan sampai ke Abessinia Barat. Kopi yang satu ini didatangkan ke Indonesia pada tahun 1990 untuk mengatasi penyakit karat daun dan ternyata tahan.

Pertumbuhannya pun kuat, syarat tumbuh dan pemeliharaannya ringan, dan produksinya lebih tinggi. Tanamannya pun cepat menyebar terutama di daerah rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Ade Wachjar mengatakan, data terakhir areal kopi Robusta di Indonesia kurang lebih 90 persen tersebar di Aceh, Tapanuli, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Kopi Ekselsa

Semua kopi jenis ini kurang digemari konsumen karena cita rasanya yang terlalu asam dan pahit, umumnya tanaman kopi yang satu ini ditanam hanya untuk batang bawah karena daya adaptibilitasnya pada konsisi lahan marginal dan tahan terhadap nematoda. Sekarang ini, Kopi Ekselsa mulai dikembangkan sebagai kopi specialty

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s