Mengapa Hidup Pria Lebih Enjoy/Mudah daripada Wanita?

Tergelitik melihat gambar ini, saya menjadi tertarik untuk menguraikannya lebih lanjut, tentang bagaimana hidup pria sebenarnya lebih sederhana dibandingkan wanita. Ah ya, tentu saja banyak kekurangannya dan Anda, para pria, bolehlah protes biar kelihatan hidup Anda lebih rumit 😛

1. Pria tidak perlu menanggalkan nama mereka
Begitu seorang wanita menikah, maka otomatis nama suaminya akan menjadi nama panggilan di lingkungannya. Misal Bu X, dimana X adalah nama depan suami. Atau bisa juga nama belakang suami menggantikan nama belakang istri. Namun hal ini tidak berlaku untuk wanita bekerja, yang masih dapat menggunakan nama lengkapnya sendiri untuk mewakili identitasnya.

Sempat bikin kacau juga sebenarnya. Di satu arisan, satu ibu muda memperkenalkan diri sebagai Ibu Yohana. Pada acara ngomongin tetangga, satu ibu semangat membicarakan Pak Yusuf, yang katanya galak kalau narikin iuran warga. Muka bu Yohana, alias bu Yusuf, langsung merah padam. Pelajaran yang dipetik adalah perlunya kenal antar tetangga, dan dilarang ngomongin bapak-bapak di arisan. Siapa tahu bininya lagi ikutan.

2. Pria perlu waktu lebih sedikit untuk menelepon.
Iya sih, tapi mungkin untuk yang sudah menikah. Kartun Mice di Kompas Minggu kemarin menggambarkan fenomena itu. Sebelum menikah sih dibelain bangun tengah malam demi paket hemat menelepon sepuasnya dengan sang pacar. Waktu menerima telepon juga betah berlama-lama, malah ngomongin hal yang ngga perlu dan ngga mutu. Misal, ‘Kok belum tidur?’. Ya ini kebangun gara-gara telepon, sayaaaang :twisted:.

Sekarang, begitu sudah menikah, jangankan telepon, text saja lamaaaa dibalasnya. Masalah sudah lewat, baru datang jawabannya. Kenapa ngga ditelepon aja? Jawabannya, ‘lagi meeting, nanti saja’. Beda dengan wanita, semakin berumur semakin lancar bicaranya seperti jalan tol, kalau ngga mau disebut bawel 😛

3. Pria perlu lebih sedikit baju
Kalau bepergian, coba deh cek koper masing-masing. Kenapa ya, koper si dia isinya tak penuh sesak, atau kopernya lebih kecil. Tak lain karena dia tak usah ribet memadupadankan atasan bawahan agar terkesan punya banyak baju.

Pria mungkin hanya perlu satu celana dan beberapa kemeja saat bepergian. Modelnyapun tak banyak berkembang, itu-itu saja. Jadi alasan mereka membeli baru bisa jadi karena bosan saja, bukan mengikuti mode.

4. Pria tidak mendendam untuk urusan lupa
Berbeda dengan wanita, pria lebih cuek jika karena seseorang lupa, mereka jadi terabaikan. Misal lupa diundang atau lupa disebut namanya dalam acara penghargaan. Yang bisa membuat para pria mendendam adalah ketika harga dirinya disinggung, nah itu sih mereka bisa lebih riweuh daripada wanita.

Kalau wanita sampai dilupakan, bakal panjang urusannya. Jarang yang mempertanyakan langsung, paling disimpan terus dalam hati, tempo-tempo menyindir sana sini, meski ada juga yang meledak di waktu dan tempat yang salah. Dia akan bertanya-tanya terus, dan tentu saja akan berbuntut panjang, alasan kenapa ia diabaikan. Seperti Agatha Christie katakan, Gajah Tidak Pernah Lupa.

5. Pria tampil dengan tatanan rambut yang sama
Model rambut pria dimana-mana ya sama, kecuali kalau Anda penggemar boyband Korea. Mau di salon atau DPR (Di bawah Pohon Rindang) model rambut klasik bisa diwujudkan. Dan mereka bisa bertahan dengan satu model saja selama tahunan.

Berbeda dengan wanita, berkat hubungannya dengan hair stylist di salon, tawaran mengganti model rambut biasanya diiyakan. Cukup dengan kalimat godaan, ‘Sampeyan jadi lebih ayu lo Jeng!’. Termasuk tawaran perawatan, pewarnaan dan hal – hal lain yang tak terkait rambut. Meni pedi, biar kuku lebih cantik. Facial, biar wajah lebih terlihat halus. Alisnya dirapikan ya, biar saat make upnya lebih mudah. Hal-hal yang para pria tak akan pikirkan.

6. Pria bisa berbelanja cepat
Sebabnya karena pria selalu fokus pada apa yang akan dibelinya. Ia tidak terbiasa lihat sana sini (hanya berlaku untuk barang. Kalau wanita cantik ya siapa yang ngga doyan ^_^). Kalaupun berlama-lama mungkin ia hanya berusaha sopan ke wanitanya, yang mengajaknya belanja. Sekali lagi, hanya berlaku untuk yang belum menikah. Yang sudah menikah mungkin lebih memilih nongkrong di kafe, nungguin Nyonyanya selesai belanja.

Sedangkan wanita, cenderung mengambil apa yang ia rasa butuhkan, meski tak tercantum di daftar belanja. Impulse buyingnya tinggi banget! Terutama terhadap sale. Belum kalau ada demo produk, produk bundling, atau hadiah langsung. Yang tadinya ngga niat beli, jadi masuk trolly.

7. Pria lebih cuek jika bertemu teman yang memakai baju sama
Pada suatu pertemuan yang dihadiri banyak orang, pria hanya modal tertawa saja jika ada yang iseng nyeletuk ‘eh, bajunya sama dengan si X ya!’. Buat wanita, kejadian ini seperti ‘oh bumi, telanlah hamba!’. Malapetaka. Yang ada selama pertemuan pasti berusaha menghindar deh biar ngga ketemu sama kembar dadakan.

Maunya memang ngga ada yang nyamain. Sudah susah-susah memilih, ngumpulin uang untuk beli, lah kok ada yang sama. Tapi sebenarnya ini wajar. Para artis yang melewati red carpet di Hollywood *eaa..jauh amat contohnya* juga mengalami hal ini. Suka ada wartawan iseng, biasanya dari fashion police, yang mensejajarkan artis X dan artis Y yang kebetulan memakai gaun yang sama, meski dikenakan pada acara dan waktu yang berbeda. Padahal kurang eksklusif apa. Baju dari desainer ternama, melewati acara fitting berkali-kali, dengan aksesoris dan hair do yang sempurna.

Para wanita ngga setuju? Atau mau menambahkan? Owh, silakan dituliskan, siapa tahu masukan Anda lebih masuk akal, daripada coret-coret iseng ini ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s