“Secangkir Kopi, Rahasia di Balik Perubahan Besar Dunia”

Dalam kehidupan sehari – hari banyak kita temui kebiasaan yang di anggap sepele namun kenyataannya memiliki dampak yang luar biasa besar yang mungkin tidak pernah terbesit dalam benak kita sebagai bagian dari masyarakat penghasil kopi kualitas terbaik di dunia. Kebiasaan “ngopi” mulai populer dikalangan masyarakat Indonesia sejak pertama kali bibit kopi mulai ditanam di Indonesia pada abad 16, pada saat itu Indonesia masih berada pada masa kolonial Belanda. Kopi sendiri mulai dikonsumsi pertama kali sejak ditemukan di benua afrika (oleh beberapa kalangan menyebutkan kopi ditemukan sekitar 800 SM) oleh orang – orang ethiopia karena dipercaya khasiat ramuan kopi mampu meningkatkan energi dalam tubuh bagi mereka yang mengkonsumsinya. Popularitas kopi di dunia ditandai sejak dibukanya kedai kopi pertama di konstantinopel yang diberi nama Kiva Han dengan dibukanya kedai kopi pertama trend minum kopi semakin meluas sampai keseluruh dunia. Tak ayal popularitas kopi yang semakin mendunia ini membuat kopi menjadi komoditas utama dalam perdagangan dunia hal ini pula yang kemudian membuat Kesultanan Ustmaniyah berusaha untuk memegang kendali perdagangan kopi dengan memonopoli pasar. Ada satu cerita menarik seiring dengan melejitnya popularitas kopi sebagai minuman berenergi di dunia, Gereja Katolik Roma sempat melarang jemaatnya untuk mengkonsumsi kopi yang merupakan budaya bangsa Arab karena Gereja menganggapnya sebagai perbuatan “bid’ah” sebelum akhirnya dicabut oleh Paus Clement VIII.
Boleh jadi banyak orang masih enggan menjadikan kopi sebagai hidangan pembuka aktifitas sehari – hari, itu dikarenakan pengetahuan yang minim oleh sebagian masyarakat mengenai khasiat yang ada dalam kandungan secangkir kopi, bisa juga karena desas – desus yang mengatakan minuman kopi itu tidaklah sehat dan menyehatkan. Efek jantung berdebar setelah meminum kopi sangat sering dikait – kaitkan dengan penyakit jantung padahal fakta ilmiah hasil riset di Finlandia menyebutkan bagi mereka yang mengkonsumsi dua cangkir kopi per harinya memiliki resiko terserang penyakit jantung 20% lebih rendah ketimbang mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. Tentunya segala yang berlebih – lebihan itu tidaklah baik (QS Al- An’am – 141), dengan porsi yang cukup (2-3 cangkir perhari) kopi dapat memacu otak untuk berpikir positif, nah disinilah letak rahasia kopi yang sesungguhnya. Masih ingatkah ketika di sekolah dasar kisah seorang pria yang sedang duduk dibawah pohon apel yang kemudian kepalanya kejatuhan buah apel??? Cerita inilah yang menjadi cikal bakal penemuan teori gravitasi bumi dan pria beruntung yang tertimpa apel tersebut adalah Issac Newton. Setelah itu Issac Newton mulai melakukan kajian ilmiah mengenai gaya gravitasi bumi, lantas apa hubungannya dengan kopi??? Nah ternyata Sir Issac Newton ini salah seorang dari penggila kopi, juga memiliki hobi nongkrong sambil berdiskusi ilmiah sembari ngopi bersama para ilmuwan lainnya. Fakta ini didapat dari catatan pribadi (diary) Hooke yang juga rekan sesama ilmuwan Newton yang mempresentasikan mengenai Gravitasi dan teori matematis nya di Kedai Kopi!!! Sementara itu Newton lebih progressif lagi ketimbang hooke dengan membuatnya sebagai karya tulis ilmiah, alhasil saat ini dunia mengenali Newton sebagai penemu teori Gravitasi, dimulai dari kajian di tingkat kedai kopi dan tentunya dengan segelas kopi yang memacu daya pikir sehingga lahirlah teori besar yang digunakan sampai detik ini. “Saya tidak setuju dengan apa yang kamu ucapkan, tapi saya akan bela mati – matian hakmu mengucapkan itu” adalah ungkapan dari Voltaire seorang tokoh liberal asal perancis yang tulisan – tulisan nya mengkritik tajam Raja perancis kala itu. Tidak tanggung – tanggung kritikan tajam terhadap penguasa membuatnya harus pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dan dalam keterasingan tersebut lah ia melahirkan karya yang sangat banyak jumlahnya. Karya – karyanya tersebut kemudian mengilhami para penggerak perubahan di perancis yang berujung pada lahirnya revolusi perancis. Lahirnya gagasan – gagasan yang dikemukakan oleh Voltaire tidak terlepas dari kebiasaannya berdiskusi dan bertukar pikiran di kedai kopi, bahkan ada yang menyebutkan Voltaire menghabiskan 40 cangkir kopi sehari!!! Kebiasaan ngopi dan nongkrong di kedai kopi pula yang membuat Voltaire bertemu dengan dua orang Amerika sesama penggila kopi Thommas Jefferson (presiden ke 3 Amerika,) dan juga Benjamin Franklin (Dubes Amerika untuk perancis), sang pemilik ucapan Time Is Money ini kemudian berteman dengan Voltaire. Dikemudian hari kedua tokoh Amerika ini banyak terpengaruh oleh gagasan – gagasan Voltaire yang selanjutnya mendorong terlahirnya Revolusi Amerika. Sekali lagi perubahan besar di dunia diawali dengan secangkir kopi.
Fakta yang mencengangkan bagi kita terkhusus masyarakat kawasan Gayo yang mana Kopi merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Awalnya saya masih berfikir tentang manfaat kopi ini merupakan sensasi pribadi yang saya rasakan sebagai peminum kopi dan sensasi tersebut pernah saya muat di kompasiana, namun alangkah terkejutnya ketika membaca buku yang membahas perkembangan kota – kota didunia dijelaskan bagaimana kebiasaan para ilmuan, intelektual, politikus berkumpul dan berdiskusi di kedai kopi dan setelah saya telusuri lebih jauh (dari berbagai sumber) justru saya semakin tercengang. Bisa dibayangkan bagaimana gagah nan kokohnya gedung – gedung pencakar langit di New York, perkembangan teknologi dan sains yang amat pesat, romantisnya paris yang membuat semua pasangan bermimpi mendatanginya, semua rahasia itu ada di balik secangkir kopi. Tidak ada yang mustahil di dunia ini, bagi masyarakat Gayo yang kawasannya merupakan “surga bagi tumbuhnya kopi terbaik dunia” (meminjam istilah tokoh muda Gayo) rahasia dari secangkir kopi tersebut agaknya harus kita buktikan bersama.
“I would rather suffer with coffee than be senseless – Napoleon Bonaparte”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s