LEGALITAS TAWASSUL DALAM METODE SYAIKH IBNU TAIMIYYAH 2

Khalaqoh ke 161 dari terjemah kitab
MAFAHIM YAJIBU AN TUSOHHAH
Karangan
ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI
Imam Ahlus sunnah wal jama’ah abad ke 21

BAB 7
TENTANG TAWASUL

LEGALITAS TAWASSUL DALAM METODE SYAIKH IBNU TAIMIYYAH 2

Nabi Muhammad adalah pemberi syafa’at semua makhluk dan pemilik al-maqaam al-mahmuud (kedudukan terpuji) yang membuat iri manusia periode awal dan akhir. Beliau adalah pemberi syafa’at yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah. Allah berfirman mengenai Musa : (وَكَانَ عِندَ اللَّهِ وَجِيهاً) dan mengenai ‘Isa : (وَجِيهاً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ) dan Nabi Muhammad lebih tinggi kedudukannya dibanding para Nabi dan rasul lain. Tetapi syafaat dan do’a beliau SAW hanya berguna bagi orang yang diberi syafaat dan do’a oleh beliau. Orang yang didoakan dan diberi syafaat oleh beliau itu bertawassul kepada Allah dengan syafaat dan doa beliau. Sebagaimana bertawassul kepada Allah dengan doa dan syafaat beliau dan sebagaimana manusia bertawassul kepada Allah di hari kiamat dengan doa dan syafaat beliau SAW. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s