Persiapan Pemilu bagi BaCaleg 2014

Tahapan pemilu legislatif 2014 sudah dimulai, saat ini bola ada di tangan KPU/D yang sedang memverifikasi daftar caleg yang disodorkan oleh partai politik. Tahapan-tahapan ini akan berlangsung secara terus-menerus sampai dengan dilaksanakannya hari H pencoblosan pada tgl 9 april 2014.
Dalam pada itu para caleg yg sudah didaftarkan seharusnya mulai bergerak, gerilya, pemanasan, dan melakukan kegiatan-kegiatan yg berujung klimak pada tgl 9 april ‘14. Persiapan-persiapan ini harus terus dilakukan dg perhitungan-perhitungan yang mantap, sehingga laksana para pelari maraton harus tahu kapan sprint, menjaga jarak, daya tahan, kekuatan dan mempertahankan ritme lari sehingga pada saatnya nanti dapat masuk garis finih sesuai dg yg diharapkannya.
Demikian pula para caleg, harus mampu menjaga ritme, ketahanan, daya jelajah, pendanaan dan strategi untuk dapat mencapai finish pada pencoblosan 9 april tahun depan dengan harapan menjadi caleg terpilih.
Harapan harapan tersebut harus dipupuk, dibina dengan kekuatan-strategi-data-pendanaan-jaringan-kekerabatan-orator-paham aturan main-dan hal lainnya sehingga seorang caleg tidak sekonyong-konyong masuk gelanggang pemilu hanya sekedar meramaikan pesta demokrasi tersebut.

Persiapan Seorang caleg harus:
1. mempunyai data histori terperinci seluruh aktivitas dlm angka -data pemilu tahun sebelumnya- pada pemilu sebelumnya utk menggambarkan medan perang sesungguhnya, dan untuk menganalisa pergerakan suara dan perbandingan komposisi caleg pemilu yg lalu, karena komposisi caleg berkorelasi positif dengan perolehan suara partai

2.Mempunyai kemampuan utk melihat kapasitas dan kapabilitas caleg lain yg ikut dlm gelanggang, utk dapat melihat titik kuat dan lemahnya dan bagaimana dan dimana peluang terbesarnya utk mendulang suara. Kemungkinan itu juga ditambah keharusan utk menjadi yg terbanyak memperoleh suara dalam satu partai, atau nomor dua terbanyak jika partainya mampu memperoleh alokasi dua kursi.

3.Mempunyai strategi yang tepat, time schedule yg ditaati, strategi yg jelas, tim sukses yang mampu menerjemahkan strategi dg bahasa grassroot, perhitungan finansial,dan….(Bersambung)……. dan kekuatan kekerabatan dan daya tahan untuk melakukan marathon kampanye yang terbilang panjang, hampir satu tahun lamanya…..

4. Database kependudukan yang bisa diakses di tingkat RT/desa yang mempermudah mendekati calon pemilih, bisa melalui tanggal lahir, ultah perkawinan, sekolah, pekerjaan, dan membuat pemetaan potensi pemilih.

5. Siapkanlah dana secukupnya dengan alokasi yang jelas; adakalanya pada waktu-waktu yang menguras energi dan emosi -misal,kampanye- kita tidak bisa menahan diri dalam pengeluaran dana/uang yang akan digunakan bagi kebutuhan pencalegan s.d penghitungan suara. Siapkan dana cadangan sampai perhitungan suara selesai dan disahkan KPU/D

6. Buatlah strategi yang tepat. tidak semua caleg yang terpilih menjadi anggota dewan mendapatkan suara pemilih/partai yang sama, rentang perbedaannya bisa mencapai 10 kali lipat. Misal Caleg A terpilih dengan 10.000 suara, maka caleg B bisa terpilih dengan hanya 1000 suara. Hal ini dikarenakan pemilu kita menganut sistem ‘proporsional terbuka’ dengan ’semi distrik’

7. Lihat alokasi kursi DPR/D di dapil kita, aturan pemilu mensyaratkan 3-12 alokasi kursi di satu dapil DPRD kab/kota. Semakin banyak alokasi kursinya, semakin mudah untuk menjadi caleg terpilih, karena kesulitan suatu partai untuk mencapai BPP, sehingga perolehan kursi hampir merata ke semua parpol dengan suara sisa. Sebaliknya semakin sedikit alokasi kursi, maka semakin sulit kita menjadi caleg terpilih karena kecenderungannya diperoleh dengan perolehan suara setara 1 BPP -bilangan pembagi pemilih-.

8. Susunlah peta rancang bangun, dengan ‘pembuktian terbalik’, artinya sebenarnya berapa jumlah suara minimal yang bisa menjadikan kita sebagai calegterpilih?, masing-masing caleg dengan partai yang berbeda, dapil yang berbeda, persaingan caleg yg berbeda, isu lokal yg berbeda, jumlah pemilih yg berbeda, sebaran wilayah yg berbeda; maka seorang caleg harus bisa menganalisa berapa sebenarnya jumlah suara minimal untuk dapat menjadi calegterpilih.

Strategi inilah yang terpenting yang bisa dijadikan dasar bagi kita untuk bergerak. Artinya tetapkan dulu targetnya, kemudian lakukan langka-langkah politik apakah dengan serangan udara, gerilya ataupun breakdown rerata, basis atau kombinasi. Strategi ini juga penting untuk menghindari over estimate ataupun under estimate;  over estimate artinya ketika hanya diperlukan-katakanlah 5000 suara pribadi- untuk menjadi calegterpilih, kita mendapatkan s.d 10.000 suara, betul kita tetap terpilih, tetapi terjadi pemborosan anggaran dan dana yang tidak perlu; under estimate artinya ketika diperlukan -5000 suara- untuk jadi calegterpilih, kita mendaparkan hanya 4750 suara, bagaimana menyesalnya kita, hanya kurang 250 suara menjadikan kita tidak menjadi calegterpilih

9. Do’a, semoga Tuhan yang maha kuasa mentakdirkan anda semua  menjadi caleg terpilih……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s