Untuk Apa Mengaji…?! (Renungan Menyambut Ramadhan)

Kapan terakhir mengaji?
Saat penulis berstatus sebagi siswa sekolah dasar. Setiap sore anak-anak berangkat ke mushola untuk belajar mengaji. Meskipun karenanya mereka harus berjalan jauh ke kampung sebelah. Waktu terus bergulir, yang dahulu anak-anak kemudian tumbuh menjadi remaja. Yang dahulu semangat datang ke mushola lambat laun berguguran. Dunia remaja nampaknya lebih asyik dan menyenangkan. Jiwa-jiwa muda sudah tidak lagi tertarik untuk belajar Al Qur’an.
Saat masa remaja berakhir dan memasuki masa dewasa awal, penulis tersadar bahwa kemampuan membaca Al Qur’an masih sangat kurang.
Jika kita lihat pemuda-pemudi sekarang sudah sangat jauh sekali dari mengaji, disana-sini kita sering melihat pemuda kita selalu di sibukkan dengan dunia maya mulai dari apdite FB, Twitter, atau hanya iseng menghabiskan waktu berjam-jam untuk main Game
Mendekati bulan Ramadhan adalah saat yang sangat tepat untuk kembali membaca Al Qur’an. Mari kita bersama-sama menggaungkan kembali Al Qur’an di masjid dan di rumah kita masing-masing. Jangan sampai rumah kita seperti kuburan. Yaitu rumah yang di dalamnya tidak pernah dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an. “Selamat menanti Ramadhan mubarak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s