BlackBerry, riwayatmu kini~Ini Peristiwa Bangkit & Jatuhnya BlackBerry

BlackBerry dulu tak ada duanya, bahkan produsen asal Kanada itu menjadi pimimpin di ranah smartphone. Tapi kini, perusahaan yang dulunya bernama Research In Motion (RIM) itu terpuruk, bahkan belum lama perusahaan mengumumkan sebuah Komite Khusus untuk menyelamatkan bisnisnya.

Ditengah terjangan smartphone berbasis Android, iPhone, dan platform baru yang bermunculan seperti Windows Phone, BlackBerry pun terkikis.

Nah, untuk menyegarkan ingatan Anda perihal kejayaan dan kejatuhan BlackBerry, berikut beberapa peristiwa bangkit dan jatuhnya BlackBerry yang dihimpun dari berbagai sumber:

1984 : Perusahaan Dibentuk
Dua mahasiswa teknik, Mike Lazaridi dan Douglas Fregin, mendirikan RIM pada tahun 1984 di Waterloo, Kanada.

Awal-awal eksistensinya di dunia teknologi, perusahaan mengembangkan teknologi wireless data menggunakan standar Mobitex. Ini membuka dunia baru akan komunikasi nirkabel melalui modem dan pager.

Pada 1992 James Balsillie bergabung ke RIM serta menginvestasikan sejumlah dana dan berharap bahwa dana tersebut akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan bisnis RIM.  Balsillie diketahui memiliki prinsip kerja yang keras serta melengkapi kemampuan teknik dari Lazaridis, mereka berdua didapuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) RIM.

1998 : Perangkat BlackBerry Pertama
RIM 900 Inter@ctive Pager dirilis pada 1996. Sebuah perangkat pager wireless yang dilengkapi dengan keyboard dan layar yang memberikan sejumlah informasi. Perangkat ini bisa digunakan untuk mengirim pesan, faks, serta notifikasi pesan.

Bahkan, RIM 900 mampu mengirim dan menerima email, beberapa tahun kemudian perusahaan meriliis RIM 950 Wireless Handheld, yang dijuliki sebagai BlackBerry pertama. Memiliki desain papan keyboard yang mudah digunakan untuk mengetik menjadikan BlackBerry pertama ini mendapat sambutan hangat. Alhasil RIM membuat kerjasama dengan sejumlah perusahaan seperti IBM, BellSouth Wireless, dan Rogers Cantel.

Setahun kemudian, RIM meluncurkan layanan email BlackBerry, hingga pada akhirnya perusahaan melantai ke bursa NASDAQ. Penjualan BlackBerry pun meningkat pesat.

2001: BlackBerry Digugat Jutaan Dollar
Di tengah popularitasnya, RIM tersandung kasus paten. Terbukti melanggar paten milik NTP, perusahaan diminta untuk membayar kerugian sebesar USD33 juta.

Pada 9 Februari 2006, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DOD) memutuskan menutup layanan BlackBerry secara sementara namun tidak termasuk pengguna pemerintah. DOD juga menyatakan, BlackBerry penting bagi keamanan nasional, meningkat jumlah pengguna di dalam pemerintahan yang cukup besar.

Guna mencegah pelanggaran paten, RIM mengumumkan telah mengembangkan perangkat lunak yang tidak melanggar paten NTP pada 9 Februari 2006.

Hingga kasus paten diselesaikan pada 2006, perusahaan harus kehilangan USD612,5 juta. Menariknya, kasus hukum yang menyorot perusahaan semakin melambungkan nama BlackBerry. RIM memiliki hampir lima juta pelanggan BlackBerry aktif dan laba bersih lebih dari 240 juta poundsterling.

2006 : Konsumen Buru BlackBerry
RIM terus mendapatkan hati konsumen. Seri 7100 ‘Charm’ menjadi fokus baru untuk pasar konsumen dan kemudian perusahaan merilis ‘Electron’ dan ‘Pearl’ yang dilengkapi kamera, navigasi, dan fitur olah-pesan.

Fitur keyboard yang mudah digunakan membuat BlackBerry kian melambung. Bahkan di AS, muncul sebuah komunitas penggila BlackBerry dengan julukan ‘CrackBerry’ – saat ini masih eksis memberikan informasi seputar perkembangan BlackBerry.

2007: BlackBerry dapat Saingan
Apple mengumumkan kehadiran iPhone pada 2007. Kehadirannya pun mengancam BlackBerry Pearl, yang dirilis lebih dulu. Pearl merupakan handset BlackBerry pertama yang dibekali kamera dan media player.

Melihat adanya ancaman, RIM pun merilis BlackBerry seri 8800 dan Curve. RIM berhasil menjadi perusahaan ‘most valuable’ di Kanada.

Dengan 10 juta pelanggan hingga akhir 2007, belum ada tanda-tanda jika iPhone berpotensi membunuh BlackBerry.
 
2008 : RIM Rilis BlackBerry Layar Sentuh
Android diluncurkan menjelang akhir 2008, RIM tak tinggal diam dan merilis BlackBerry Storm, smartphone dengan layar sentuh pertama.

Langkah diluncurkannya BlackBerry Storm bukan tanpa sebab, ini dilakukan perusahaan untuk bertarung dengan iPhone, HTC Dream, dan Palm Pre. Pada tahun yang sama RIM juga melepas BlackBerry Bold, diperkirakan perusahaan memperoleh keuntungkan 49 juta poundsterling.

2011: BlackBerry PlayBook
Menyusul kesuksesan iPad, RIM pun tergugah untuk bermain dengan merilis produk di kategori yang sama, PlayBook.

Sayangnya, PlayBook bernasib nahas, ketersediaan aplikasi dan antarmuka yang kaku membuat tablet besutan RIM ini dijauhi konsumen.

2011: BlackBerry Messenger Ngadat
Musim pada tahun 2011, pengguna BlackBerry dibuat beram sebab layanan utama BlackBerry Messenger (BBM) mengalami gangguan. Bahkan peristiwa yang terjadi pada Oktober 2011 memaksa Chief executive RIM Mike Lazaridis meminta maaf melalui video.

Selain itu, pengguna BlackBerry di Tanah Air juga mengalami masalah yang serupa.

2011:  Drama BlackBerry 10
Kehadiran platform baru yang tak kunjung mendesak CEO Lazaridis dan Balsillie untuk turun dan digantikan oleh Thorsten Heins.

BlackBerry 10 awalnya direncanakan akan dirilis pada 2011, kemudian ditunda ke 2012, peluncurannya pun terus molor. Perusahaan berdalih bahwa penundaan lebih disiapkan guna menyiapkan segala aspek untuk meningkatkan ‘daya jual’ platform anyarnya.

Awal 2013, perusahaan akhirnya merilis BlackBerry 10 sekaligus melepas nama Research In Motion (RIM) menjadi BlackBerry. Dalam peluncuran platform baru, dua handset diperkenalkan Z10 dan Q10.

Permintaan Z10 awalnya cukup tinggi, tapi seiring berjalannya waktu penjualan pun merosot dan tak seuai harapan. Pun demikian dengan BlackBerry Q10. Per Desember 2013, pelanggan BlackBerry mencapai 80 juta. Saat ini BlackBerry diperkirakan bernilai USD3,5 miliar poundsterling.

Sadar akan persaingan yang kian sengit di industri smartphone, perusahaan belum lama ini membentuk sebuah Komite Khusus untuk menyelamatkan perusahaan. Tim ini diberi amanah untuk mencari sejumlah solusi agar BlackBerry tak karam, bahkan jika perlu menjual perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s