Jangan Sepelekan Hidup, Lindungi Aset Anda, berasuransilah di Prudential

Apa yang terpikir saat mendengar kata asuransi?

“Duh, buang-buang uang deh. Mending ditabung aja.”

“Awalnya nganggap gak penting sih. Tapi ternyata berasa juga manfaatnya pas saya sakit dan mesti dirawat berhari-hari.”
 
Manfaat asuransi memang belum benar-benar terasa sebelum risiko yang ditanggung menimpa hidup kita. Namun, siapa yang bisa memastikan hidup kita akan berjalan sesuai yang kita inginkan? Siapa yang bisa memprediksi kapan kematian akan datang dan merenggut hidup kita dari orang-orang yang kita cintai?
 
Nah, di situlah manfaatnya asuransi, yakni untuk memastikan kita dan orang-orang yang kita sayangi tetap terlindungi kesejahteraannya saat kita sudah tak berdaya karena sakit. Atau bahkan saat kita sudah tidak bersama mereka lagi.

Seperti ungkapan yang sering kita dengar “Hidup tuh enaknya senang-senang saat muda dan tetap sejahtera saat tua”.

Dengan asuransi, kita bisa menambahkan satu poin lagi, anak cucu tetap terjamin hidupnya saat kita tiada.  
 
Namun sayangnya, menurut data Bank Dunia, sampai hari ini sepertiga populasi Indonesia atau sekitar 77 juta penduduk tidak memiliki asuransi atau tabungan.

Padahal menurut Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia beberapa waktu lalu, kejadian-kejadian tak terduga dalam hidup seperti jatuh sakit, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, gagal panen atau kematian memiliki dampak besar bagi siapa pun.

Dampak tersebut akan terasa jauh lebih parah bagi rumah tangga berpendapatan rendah.
 
Jadi sangat salah jika beranggapan asuransi hanya untuk orang-orang yang sudah berkecukupan. Justru orang-orang yang memiliki pendapatan rendah sebisa mungkin dapat menyisihkan sedikit uang dari penghasilannya untuk berasuransi.

Agar saat ia dipanggil ke Sang Pencipta, keluarganya ada yang menjamin secara ekonomi. Agar saat ia sakit tak berdaya, ia takkan menjadi beban ekonomi bagi keluarganya.
 
Banyak orang yang masih berpikir seribu kali untuk menaruh uangnya di asuransi. Mereka berpikir lebih baik disimpan di bank karena jelas uangnya tidak akan hilang daripada dipakai untuk asuransi.

Itu jelas-jelas pemikiran yang salah. Contoh berikut mungkin bisa menggambarkan dengan jelas perbedaan asuransi dan tabungan.

Misalkan saja Budi, karyawan swasta berusia 25 tahun yang berpenghasilan Rp4 juta per bulan. Setelah dipotong pengeluaran sana-sini, sisa uangnya tinggal Rp500 ribu. Ia pun memutuskan untuk ditabungkan daripada digunakan untuk asuransi.
 
Setelah dua tahun, uang di tabungannya meningkat sebesar Rp12 juta lebih bunga bank sekitar 4,5 persen. Nilai uang tersebut tetap kecil jika dibandingkan besarnya nilai inflasi atau bahasa sederhananya meningkatnya harga-harga kebutuhan secara umum.
 
Lalu suatu hari, karena satu dan lain hal, Budi terkena kecelakaan di jalan yang menyebabkannya cacat. Karena Budi tidak memiliki asuransi, ia harus membayar biaya ke rumah sakit dengan mencairkan uang tabungannya.

Sedikit demi sedikit uang tabungan Budi keluar untuk biaya pengobatan hingga tanpa disadari tabungan habis. Ia pun masih tak berdaya untuk bekerja dan menghasilkan uang seperti sebelumnya.
 
Tapi jika Budi membayar asuransi sebesar Rp350.000 per bulan untuk asuransi kesehatan yang nilai pertanggungannya Rp100 juta, tidak hanya biaya rumah sakitnya yang ditanggung, ia juga bisa memiliki cukup dana untuk memenuhi kebutuhannya sampai ia bisa bekerja lagi.

Jadi tidak ada salahnya, selain berinvestasi, pikirkan juga tentang asuransi yang akan menjamin kehidupan Anda dan keluarga di masa depan.
 
Kapan Seharusnya Berasuransi?
 
Idealnya, Anda membeli asuransi di saat usia masih muda. Karena semakin muda (di mana risiko masih dianggap kecil) maka premi yang Anda bayar pun akan lebih kecil.

Untuk detailnya, Anda bisa mengkonsultasikan pada Qohwahi Prudential, mengenai jenis asuransi apa yang sesuai kebutuhan dan berapa nilai premi sesuai usia Anda.

Jangan sampai telat berasuransi ya!

sumber : http://m.news.viva.co.id/news/read/686676-jangan-sepelekan-hidup–lindungi-aset-anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s